Legenda dan Sejarah Gunung Bromo

Legenda dan Sejarah Gunung Bromo

Legenda Gunung Bromo Tengger Semeru 300x145 Legenda dan Sejarah Gunung BromoSejarah Gunung Bromo | Cerita dan Legenda Gunung Bromo, Jawa Timur.
Sejarah Gunung Bromo | Asal Mula Gunung Bromo | Legenda Gunung Bromo Tengger Semeru, Menurut cerita dari suku tengger, konon pada masa dahulu kala gunung bromo telah menjadi sebuah obyek wisata bromo yang begitu fenomenal, karena ke indahan maratahari terbitnya/bromo sunrise tour  yang menjadi andalan dari Bromo dan merupakan salah satu tujuan utama untuk menikmati pesona indahanya alam wisata gunung bromo.

Deskripsi: Di cerikan sebuah legenda dan sejarah Gunung Bromo menurut beberapa sumber nya perihal terjadinya Suku Tengger tersebut yang berasal dari nenek moyang leluhur yang mendiami wilayah itu yaitu Roro Anteng dan Joko Seger.

Asal muasal Sejarah Gunung Bromo | Legenda Gunung Bromo Tengger Semeru
Disebut suku tengger di lokasi gunung bromo, nama Tengger datang dari legenda Roro Anteng serta Joko Seger yang sebagai asal usul nama tengger itu. “teng” akhiran nama roro An-”teng” serta “ger” akhiran nama dari Joko se-”ger” serta gunung bromo sendiri diakui sebagai gunung suci. mereka menyebutnya sebagai gunung brahma. orang jawa lantas menyebutnya gunung bromo.

Di sesuatu pertapaan, istri seorang brahmana / pandhita baru saja melahirkan seorang putra yang fisiknya amat bugar dengan tangisan yang amat keras saat lahir, serta sebab itu bayi tersebut dinamakan ”Joko Seger “.

Di area lebih kurang gunung pananjakan, pada saat itu ada seorang anak wanita yang lahir dari titisan dewa. berwajah cantik serta elok. dia hanya satu anak yang sangat cantik di area itu. saat dilahirkan, anak itu tidak layaknya bayi lahir. ia diam, tidak menangis pada saat pertama kali menghirup udara. bayi itu demikian tenang, lahir tanpa menangis dari rahim ibunya. maka oleh orang tuanya, bayi itu dinamai rara anteng.

Dari hari ke hari tubuh rara anteng tumbuh menjadi dewasa. garis-garis kecantikan terlihat jelas diwajahnya. termasyurlah Rara Anteng sampai ke beragam area. sehingga banyak sekali putera raja dari berbagai daerah datang ke kawasan Bromo hanya untuk melamarnya. tetapi pinangan mereka sia-sia, dikarenakan Rara Anteng memutuskan untuk melabuhkan hatinya ke sesorang yang di cintainya sejak dulu yaitu Joko Seger.

Tragedi kisah cinta Rara Anteng di Sejarah Gunung Bromo
Suatu hari Rara Anteng dipinang oleh seorang bajak yang sakti serta kuat. bajak tersebut populer amat jahat, bajak itu bernama kyai Bima. Rara anteng yang kepribadiannya halus perasaannya dan baik budi pekertinya tidak berani untuk menolak pinangan pelamar sakti itu. Karena desakan sang kyai Bima akhirnya Roro anteng luluh dan dengan berat hati menerima pinangan kyai Bima. Tetapi ada syarat untuk tertentu untuk sang Bima jika ia ingin menikahi rara Anteng. di berikanlah syarat itu yaitu Ia meminta agar dibuatkan lautan di dalam-tengah gunung. lautan yang diminta itu mesti di buat dalam kurun waktu satu malam, yakni dimulai dari matahari terbenam sampai selesai saat matahari terbit. Dengan keinginan yang aneh, dianggapnya pelamar sakti itu tak akan sanggup untu memenuhi keinginannya. Kemudian dengan lantangnya sang kyai Bima menyanggupi keinginan rara anteng tersebut, oleh karenanya kesanggupan it membuat Roro Anteng cemas.

Kyai Bima mengawali pekerjakan membuat lautan dengan sebuah alat tempurung ( batok kelapa ), waktupun pun mulai berjalan dan pekerjaan hampir selesai. Melihat kenyataan itu, hati rara anteng mulai gelisah. Ia pun berfikir untuk menggagalkan lautan yang tengah di kerjakan oleh bajak laut itu ? rara anteng merenungi nasibnya, ia tidak dapat hidup bersuamikan orang yang tidak ia cintai. lantas ia berupaya menenangkan dirinya. tiba-tiba timbul sebuah ide untuk menggagalkan pekerjaan bajak itu.

Legenda dan Sejarah gunung Bromo pun berlanjut.
Roro anteng mulai menumbuk padi di dalam malam. pelan-pelan nada tumbukan serta gesekan Alu membangunkan ayam-ayam yang tengah tidur. kokok ayam lalu mulai bersahutan, seolah-olah fajar sudah tiba, namun masyarakat belum bangun dan memulai aktivitas pagi.

Kyai Bima pun mendengar ayam-ayam berkokok, namun benang putih disebelah timur belum juga terlihat. bermakna fajar datang sebelum saat waktunya. setelah itu dia merenungi nasib sialnya. rasa kesal serta marah digabung emosi serta selanjutnya tempurung ( batok kelapa ) yang digunakan sebagai alat mengeruk pasir itu dilemparkannya serta jatuh tertelungkup di samping gunung bromo. ( sekarang bernama gunung batok ).

Dengan kegagalan si raja bajak laut membuat lautan di dalam-tengah gunung bromo, senang citalah hati Rara Anteng. ia meneruskan hubungan dengan kekasihnya yang sempat tertunda yaitu Joko Seger. kemudian Rara Anteng serta Joko Seger menikah dan menjadi pasangan suami istri yang bahagia, dikarenakan keduanya saling mengasihi serta mencintai.

Pasangan Rara Anteng serta Jaka Seger membangun pemukiman serta lantas memerintah di lokasi Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, maksudnya “penguasa tengger yang budiman”. nama Tengger di ambil dari akhir suku kata nama rara anteng serta jaka seger. kata tengger bermakna juga tenggering budi luhur atau pengenalan moral tinggi, lambang perdamaian abadi.

Dari waktu ke waktu masyarakat tengger hidup makmur serta damai, tetapi sang penguasa tidaklah jadi bahagia, dikarenakan sudah sekian lama pasangan Roro anteng serta Jaka Tengger berumah tangga belum juga dikaruniai keturunan. lantas diputuskanlah mereka berdua untuk naik ke puncak gunung bromo untuk bersemedi dengan penuh keyakinan pada yang maha kuasa supaya karuniai keturunan/anak.

Tiba-tiba ada nada gaib yang menyebutkan bahwa semedi mereka dapat terkabul tetapi dengan syarat apabila sudah mendapatkan keturunan, anak yang bungsu mesti dikorbankan ke kawah gunung bromo, pasangan Roro Anteng serta Jaka Seger menyanggupinya serta lantas didapatkannya 25 orang putra-putri, tetapi naluri orang tua tetaplah tidak tega apabila kehilangan putra-putrinya. pendek kata pasangan Roro Anteng serta Jaka Seger ingkar janji, dewa jadi marah ancam dapat menimpakan malapetaka, lantas berlangsunglah prahara situasi jadi gelap gulita kawah gunung bromo menyemburkan api.

Akhir dari kisah Sejarah Gunung Bromo dan Legenda Gunung Bromo Tengger Semeru
Kusuma anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api serta masuk ke kawah bromo, berbarengan hilangnya kesuma terdengarlah nada gaib :”saudara-saudaraku yang kucintai, saya sudah dikorbankan oleh orang tua kita serta hyang widi menyelamatkan kalian seluruh. hiduplah damai serta tenteram, sembahlah hyang widi. saya ingatkan supaya kalian tiap-tiap bln. kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji yang berbentuk hasil bumi serta di persambahkan pada Hyang Widi harapan di kawah gunung bromo. sampai saat ini rutinitas ini diikuti dengan turun temurun oleh masyarakat tengger serta tiap-tiap tahun diselenggarakan upacara kasada di Pura Poten Bromo lautan pasir serta kawah gunung bromo.

Legenda dan Sejarah Gunung Bromo

Begitulah Sejarah Gunung Bromo | Legenda Gunung Bromo Tengger Semeru semoga cerita ini jadi budaya yang tidak terlupakan, bahkan sampai saat ini gunung bromo menjadi area obyek wisata gunung bromo yang sangat di minati oleh wisatawan walau di selimuti banyak misteri.